cara atasi HIV AIDS dengan tokek

Siapa yang tak kenal dengan tokek Probolinggo. Bahkan, penjualan tokek asal Probolinggo itu menjadi salah satu komoditi ekspor, ke Jepang, Taiwan, Singapura, China, dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Tak heran, jika para pengrajin tokek bisa meraup untung hingga puluhan juta rupiah. Salah seorang pengrajin tokek, Sugiyanto (38), asal Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo menuturkan, jika dalam setiap bulannya bisa menghasilkan sebanyak 3.000 tokek yang dikeringkan.
tokek rumah
tokek rumah

\\\"Omset setiap bulannya rata-rata sampai 3000 tokek,\\\" ungkapnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (8\/5\/2010).

Tokek tersebut, dia dapat dari para penjual yang nyetor kepadanya. \\\"Penjualnya sudah ada. Mereka nyetor kesini seharga Rp 1.600 sampai Rp 1750 per-ekor dengan panjang 13 cm sampai 30 cm,\\\" cerita Sugiyanto.

Tokek hidup itu kemudian dibelah jadi dua. Kemudian didiamkan dalam alat pengopenan selama sehari semalam. Sebelum diopen, tokek yang sudah mati dibelah menjadi dua itu lalu dijepit dengan sebuah kawat penjepit. \\\"Semua isi dalam perut tokek dibuang. Jadi tinggal badannya saja,\\\" terang dia.

Setelah badan tokek itu kering, lalu dijual seharga Rp 3.500 sampai Rp 4.000 sepasang. \\\"Jadi kita jual sepasang, bukan perekor lagi,\\\" tambahnya lagi.

Dia menceritakan, para pengrajin tokek lokal itu menyetornya kepada salah seorang pengepul yang juga berada di Probolinggo. Setelah itu, dendeng tokek (kering,red) itu dipasarkan ke luar negeri. 

Untuk menjadi pengrajin tokek, Sugiyanto harus mengeluarkan modal sebesar Rp 20 juta. \\\"Semakin besar modal yang kita keluarkan, semakin besar pula omset yang kita dapat,\\\" katanya.
sumber :detik news

Cara merawat TOKEK agar cepat panjang dan besar

tokek ukuran 39 cm
tokek ukuran 39 cm

Dari penelitian di China dan beberapa negara lain, tokek ada satu di antara beberapa reptil yang dipercaya dan sudah diujicobakan bisa mengobati HIV AIDS atau minimal menghambat perkembangan tumor di tubuh manusia. Dalam hal ini mengambil sesuatu yang bermanfaat dari tokek untuk pengobatan. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Wang dari Universitas Henan China, mengkaji mengenai studi farmakologi atas tokek dan kejelasan mekanisme anti-tumornya. Teryata tokek memiliki dampak positif pada tumor ganas, demikian dalam laporan klinis. Prof. Wang dkk. telah meneliti efek anti-tumor tokek di terhadap tumor esofagus, menggunakan sel karsinoma manusia dan xenografted kaposi 180 di tikus strain kunming serta mekanisme anti-tumornya. Metode yang digunakan adalah metode serum farmakologis secara in vitro. Jadi, tokek bukan saja bisa mengobati berbagai penyakit mematikan namun juga bisa antibodi.

Khasiat:
Penyakit luar :
Eksim, gatal-gatal, kudis, kurap, jerawat, bisul, luka bakar, kutil, bekas cacar
Penyakit dalam :
TBC, asma, sering sakit kepala, migren, menurunkan kolestrol, diabetes, alergi, mimisan, hapatiti, lever, keputihan, disfungsi ereksi.